Senin, 28 Agustus 2017 - 11:08:14 WIB
Prinsip Pengambilan Contoh Benih dan Pengujian Benih Tanaman Tropis dan Subtropis
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel - Dibaca: 201 kali

Prosedur pengambilan contoh benih dan pengujian benih yang akurat, mudah direproduksi dan sesuai standar sangat penting untuk mengukur mutu benih, meningkatkan efisiensi dalam produksi tanaman dan sebagai dasar peraturan nasional dan internasional untuk memfasilitasi perdagangan benih.

Tujuan utama dari International Seed Testing Association (ISTA) adalah memperkenalkan dan mempromosikan pengambilan contoh benih serta prosedur pengujian yang sesuai dengan prinsip-prinsip di atas. Peraturan internasional dalam pengujian benih, dan berbagai buku panduan diterbitkan dan secara teratur diperbaharui oleh ISTA untuk memenuhi peran ini, tetapi titik berat yang dikerjakan adalah benih tanaman pangan dan hortikultura, tanaman semusim dan bunga. Namun demikian, karakteristik benih yang diukur dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mencapai ketepatan dan reproduktifitas membentuk dasar yang ideal untuk pengujian benih lain seperti tanaman tropis dan semak-semak. Bab ini akan membahas penerapan standar internasional untuk pengambilan dan pengujian contoh benih tanaman tropis.

Sejarah pengujian benih sudah dijelaskan secara komprehensif oleh Steiner (I994), MacKay (1972) and Justice (1972). Baldwin (1942) yang telah memberikan gambaran benih tanaman dan milestone melanjutkan.

Peraturan awal yang mengatur perdagangan benih dan permintaan kualitas benih berhasil ditetapkan di Switzerland pada tahun 1861. Akan tetapi baru pada tahun 1869 Frederich Nobbe mendirikan Pusat Pengujian Benih yang pertama di dunia terletak di Tharand, Saxony, Germany. Peraturan pengujian benih terstandar pertama kali dipublikasikan di USA pada tahun 1897 dan pada tahun 1908 para analis benih dari AS dan Kanada mendirikan Association of Official Seed Analysts (AOSA). International Seed Testing Association (ISTA) dibentuk tahun 1921 dan melakukan aturan pengujian benih pertama kali pada tahun 1931.

Aturan pengujian benih tidak pernah statis. Para analis benih, ilmuwan, teknolog, profesor, pedagang, petani dan pejabat terkait terus bekerja sama untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan untuk memproduksi kembali benih dan pengujian metode benih yang ada serta memperluas manfaat dari metode standar untuk spesies / jenis baru. Saat ini, titik berat semakin diarahkan pada perlakuan pengujian yang sama atau dimodifikasi dengan biaya lebih murah, tanpa mengesampingkan akurasi / ketepatan hasil.

 

Artikel lengkap dapat didownload disini

 

Diterjemahkan oleh Nugraheni (PBT Balai Besar PPMB-TPH)



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)