Senin, 11 September 2017 - 16:12:04 WIB
Pengawasan & Pengendalian Var. Tanaman PRG Pertanian yg Beredar & Dimanfaatkan di Wilayah Indonesia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 489 kali

Meskipun ada pro dan kontra tentang  tanaman  produk  rekayasa genetik (PRG), Indonesia tidak bisa menghindar dari PRG karena sehari-hari rakyat Indonesia sudah mengkonsumsi PRG. Menteri Pertanian memberikan arahan supaya tanaman PRG ditangani dengan mengedepankan sikap kehati-hatian. Oleh karena itu Peraturan Menteri Pertanian dan Pedoman Teknis tentang Pengawasan dan Pengendalian Varietas Tanaman PRG Pertanian yang Beredar dan Dimanfaatkan di Wilayah Republik Indonesia perlu segera diterbitkan.

Kegiatan  Pengawasan dan Pengendalian Varietas Tanaman PRG Pertanian yang Beredar dan Dimanfaatkan di Wilayah Republik Indonesia, meliputi hal berikut:

A.  Proses Perijinan PRG

Dalam rangka pemberian rekomendasi keamanan hayati PRG, Menteri yang berwenang menugaskan Komisi Keamanan Hayati (KKH) untuk melakukan pengkajian jangka waktu pengkajian paling lambat 14 hari sejak diterimanya surat penugasan. Dalam hal pengkajian terkait dengan evaluasi teknis, KKH menugaskan Tim Teknis Keamanan Hayati (TTKH) untuk melakukan pengkajian dokumen teknis dan uji lanjutan apabila  diperlukan, dengan  waktu  paling lambat 56  hari  sejak diterimanya surat penugasan dari KKH.

Hasil evaluasi dan kajian teknis keamanan hayati PRG yang dilakukan oleh TTKH disampaikan kepada KKH sebagai bahan penyusunan usul rekomendasi keamanan hayati PRG dalam jangka waktu paling lambat 7 hari setelah penyelesaian evaluasi dan kajian teknis.

 B.  Pelepasan dan Peredaran PRG

PRG yang telah memperoleh rekomendasi keamanan hayati  Menteri yang berwenang atau kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) memberi izin pelepasan dan/atau peredaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menteri yang berwenang atau kepala LPND yang berwenang, antara lain:

- Di bidang pelepasan varietas tanaman adalah Menteri Pertanian;

- Di bidang pelepasan ikan adalah Menteri Kelautan dan Perikanan;

- Di bidang pelepasan tanaman kehutanan adalah Menteri Kehutanan;

- Di bidang pelepasan pangan olahan adalah Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

PRG  yang telah dilepas dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan di berbagai bidang sesuai dengan izin peruntukannya. Untuk menjamin keamanan lingkungan dan keamanan pakan tanaman PRG pertanian diperlukan tata cara pengawasan dan pengendalian varietas tanaman PRG.

 C.  Pengawasan dan Pengendalian PRG

Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan pengendalian tanaman PRG  pertanian yang beredar dan dimanfaatkan di wilayah RI, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian membentuk Tim Pengawas Tanaman  PRG Pertanian (TP TPRGP).

TP TPRGP merupakan lembaga non struktural yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan  Pertanian dan bertanggungjawab kepada Kepala Balitbangtan.  Keanggotaan TP TPRGP terdiri atas dari pakar dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan keamanan hayati tanaman PRG pertanian yang berasal dari unsur pemerintah.

Tugas TP TPRGP adalah melakukan pengkajian dokumen teknis pelaporan pemantauan dampak dan pengelolaan resiko tanaman PRG pertanian yang diserahkan oleh pelapor dan pemberian saran kepada Kepala Balitbangtan terkait hasil pengkajian laporan rutin dan laporan kasus, Jadi pengawasan dilakukan melalui pengkajian laporan pemantauan rutin (berkala) dan laporan kasus.

Laporan pemantauan rutin disampaikan setiap 12 bulan selama  minimal 3 tahun berturut-turut mulai  tahun ketiga  sejak  tanaman PRG pertanian  beredar  dan dimanfaatkan di Wilayah RI. Alur Proses pelaopran berkala dapat dilihat pada Gambar 2.

Dalam menyusun laporan tersebut menggunakan sumber informasi:

a.  Kuesioner untuk petani yang menanam tanaman PRG pertanian, dimana survei dilaksanakan oleh lembaga survei independen yang  didanai oleh pemilik izin peredaran.

b.  Kompilasi dan analisa karya tulis ilmiah tentang dampak tanaman PRG pertanian terhadap kesehatan hewan dan lingkungan.

c. Analisis terhadap data-data lingkungan  pertanian di areal penanaman tanaman PRG pertanian terkait keamanan hayati yang dikumpulkan oleh jaringan pengawas di lingkup Kementerian Pertanian (Pengawas hama dan penyakit tanaman; Pengawas penyakit hewan; Pengawas benih; Pengawas pestisida; dan Pengawas pakan ternak), Analisis data dilaksanakan oleh lembaga survey independen yang didanai oleh pemilik izin peredaran. 

Berita lengkap dapat didownload disini

 

Penulis : Herni Susilowati dan Iyam



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)