Jumat, 15 September 2017 - 08:22:41 WIB
Evaluasi Kinerja Analis Laboratorium Mutu Benih Dengan " Trend Analyst"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 75 kali

Salah satu persyaratan akreditasi laboratorium pengujian benih oleh ISTA (International Seed Testing Association) adalah analis laboratorium yang kompeten. Dalam melaksanakan pengujian mutu benih, unsur subyektifitas analis berperan penting. Subyektifitas masing-masing analisa akan berpengaruh pada perbedaan evaluasi hasil uji. Untuk mengidentifikasi keragaman antar analis  diperlukan evaluasi kinerja atau program monitoring melalui “Trend analyst”

 

Monitoring analis melalui pengujian mutu benih telah dilaksanakan di Laboratorium Balai Besar PPMB-TPH pada saat reakreditasi oleh ISTA TA 2017. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai  Juni 2017, dengan cara melaksanakan pengujian benih dari 16  lot benih padi dan dikerjakan dalam waktu yang bersamaan oleh enam Analis Balai Besar PPMB-TPH yang masuk dalam kategori analis ISTA.

Keenam analis adalah dengan kode A, B, C, D, E dan F. Empat (4) analis merupakan analis ISTA sejak akreditasi ISTA tahun 2011 yaitu A, B, C dan D, sedangkan E dan F baru terdaftar    pada 2017.   

Parameter    yang   diuji  adalah analisis kemurnian,   penetapan   kadar  air  dan daya berkecambah. Pada masing masing parameter terdapat  kontrol atau nilai acuan yang diambil dari salah satu analis berdasarkan pertimbangan bahwa analis yang terpilih menjadi nilai acuan adalah analis yang mempunyai nilai lebih dalam parameter tersebut (kebijakan dari laboratorium).

Hasil monitoring untuk parameter penetapan kadar air dapat dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1, dengan Analis A sebagai nilai acuan (Kontrol). Pada penetapan kadar air dengan menggunakan toleransi 0.3 %, ditemukan satu pengujian yang tidak toleran, yaitu  pada Analis E dengan  sampel lot  11 (berbeda dengan acuan 0.4%), sedangkan analis yang lain semuanya toleran (≤0,3%).

Trend analyst  yang dilambangkan dengan simbol-simbol yang saling berdekatan bahkan hampir berhimpitan  satu sama lain, ini dapat dibaca bahwa kemampuan analis yang melaksanakan penetapan kadar air cenderung sama.

Hasil pengamatan pada analisis kemurnian terlihat di Tabel 2 dan  Gambar 2. Nilai acuan yang digunakan adalah hasil analisis kemurnian dari  Analis A.

Dari hasil  Trend Analyst untuk analisis kemurnian benih padi, keenam analis dengan simbol-simbol pada Gambar 2 saling berdekatan pada rentang perbedaan angka prosentase (%) analisis kemurnian yang kecil (antara 99,2 - 99,8%), sehingga diketahui bahwa pemahaman tentang kategori benih murni, biji tanaman lain dan kotoran benih hampir sama. Setelah dilakukan perhitungan,  sebagian besar perbedaan masih masuk dalam batas toleransi menggunakan Tabel 3C yang ada pada ISTA Rules, hanya didapat satu lot yang dikerjakan oleh analis B tidak masuk dalam toleransi (sampel Lot 12). Dalam Gambar 2 terlihat satu simbol yang berjarak jauh dari yang lain.

 

Berita lengkap dapat didownload disini

 

Disusun Oleh : Amiyarsi Mustika Yukti dan Nike Fitria Wibawa (PBT, Balai Besar PPMB-TPH)



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)