PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM
Diposting tanggal: 04 September 2013

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 78/Permentan/OT.140/11/2011,Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMB-TPH) mempunyai tugas melaksanakan pengembangan serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen laboratorium. Salah satu fungsi dari Balai Besar PPMB-TPH adalah Pelaksanaan pemberian bimbingan teknis  pengujian mutu benih  dan penerapan sistem manajemen mutu benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Balai Besar PPMB-TPH melaksanakan kerjasama penerapan sistem manajemen mutu laboratorium pada laboratorium penguji benih. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi laboratorium penguji benih khususnya Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dalam menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan SNI ISO/IEC 17025/2008.

Fasilitasi yang dilakukan Balai Besar PPMB-TPH disesuaikan dengan kondisi laboratorium, namun secara umum pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut :

  1. Sosialisasi SNI ISO/IEC 17025:2008

SNI ISO/IEC 17025:2008, merupakan persyaratan umum kompetensi laboratorium penguji atau laboratorium kalibrasi yang terdiri dari 15 aspek manajemen dan 10 aspek teknis. Dalam menerapkan sistem manajemen mutu tersebut maka seluruh personil laboratorium harus memahami prinsip-prinsip yang tertuang dalam SNI ISO/IEC 17025:2008.

  1. Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2008

Laboratorium yang menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium harus memiliki dokumen sistem mutu antara lain Panduan Mutu, Dokumen Prosedur, Instruksi Kerja, Pedoman Form dan dokumen pendukung lainnya sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.

  1. Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Untuk mengetahui penerapan sistem manajemen mutu laboratorium, dilakukan evaluasi  kesesuaian antara dokumen yang ditetapkan dengan kegiatan yang dilakukan di laboratorium. Beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap mutu hasil pengujian diantaranya kondisi akomodasi dan lingkungan tempat pelaksanaan pengujian, tempat penyimpanan arsip benih, personil, metode pengujian serta rekaman- rekaman yang diperlukan.

  1. Pemantauan Penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

Pemantauan kegiatan kerjasama sistem manajemen mutu dilakukan pada laboratorium yang telah terakreditasi untuk melihat peningkatan serta efektifitas sistem manajemen yang berkelanjutan.

Kondisi laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, dari 32 Laboratorium yang telah terakreditasi sebanyak 19 (Sembilan belas) laboratorium  adalah sebagai berikut :

Daftar laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih  yang terakreditasi

No

Nama Labaoratoium

Nomor  Akreditasi

1

BPSB TPH Provinsi Jawa Timur

LP-049-IDN

2

BPSB TPH Provinsi Sumatera Selatan

LP-074-IDN

3

BPSB TPH Provinsi Jawa Tengah

LP-107-IDN

4

BPSB TPH Provinsi Jawa Barat

LP-118-IDN

5

BPSBTPH Provinsi Bali

LP-135-IDN

6

BPSB TPH Lampung

LP-212-IDN

7

BPSB TPH Sumatera Utara

LP-234-IDN

8

BPSB TPH Sulawesi Selatan

LP-348-IDN

9

BPMSHPHH DKI Jakarta 

LP-349-IDN

10

BPSBTPH  NTB

LP-441-IDN

11

BPSB TPH DI Yogyakarta

LP-484-IDN

12

BPSB TPH Sumatera Barat

LP-544-IDN

13

BPSB TPH Kalimantan Selatan

LP-452-IDN

14

BPSBTPH  Kalimantan Barat

LP-533-IDN

15

BPSB TPH Sulawesi Tenggara

LP-576-IDN

16

BPSB TPH Nusa Tenggara Timur

LP-588-IDN

17

BPSB TPH  Maluku

LP-689-IDN

18

BPSB TPH Sulawesi Utara

LP-688-IDN

19

BPSBTPH Aceh

LP-732-IDN

 

5 Laboratorium  dalam proses akreditasi (BPSBTPH Provinsi Kalimantan Timur, BPSBTPH Provinsi Bengkulu, BPSBTPH Provinsi Banten, BPSBTPH Provinsi Jambi, BPSBTPH Provinsi kalimantan Tengah) sedangkan dalam tahap persiapan sebanyak 9 laboratorium (BPSBTPH Provinsi Riau, BPSBTPH Provinsi Sulawesi Tengah,  BPSBTPH Provinsi Gorontalo, BPSBTPH Provinsi Sulawesi Barat, BPSBTPH Provinsi Maluku Utara, BPSBTPH Provinsi Papua, BPSBTPH Provinsi Papua Barat dan BPSBTPH Provinsi Bangka Belitung).

Diharapkan kepada laboratorium yang telah terakreditasi dapat mepertahankan status akreditasi dengan melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkaan efektifitas sistem manajemen yang berkelanjutan, sedangkan untuk yang belum terakreditasi agar menerapkan sistem manajemen berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2008 secara konsisten. (05/9 NS_DT)