Latar Belakang
Diposting tanggal: 08 Mei 2013

Latar Belakang

 

Kondisi benh yang beredar di Indonesia sangat variatif tingkat mutunya, baik yang berasal dari produsen dalam negeri (lokal) maupun luar negeri (impor). Dalam peredaran benih di pasaran masih ditemukan benih yang sudah kadaluarsa, mutunya tidak sesuai dengan standar sehingga tidak layak ditanam dan akibatnya sangat merugikan petani, oleh sebab itu sangat diperlukan pengawasan dan pengendalian mutu produk yaitu melalui penerapan standardisasi sistem manajemen mutu yang bertaraf internasional baik saat diproduksi maupun dalam tingkat laboratorium.

 

Dalam sertifikasi benih, acuan yang digunakan adalah OECD SCEME, ISO 9000 Series dan kegiatan pengujian mutu benih laboratorium berpedoman pada ISO/IEC 1725-2005 dan ISTA (International Seed Testing Association) Rules serta acuan yang relevan. Kegiatan sertifikasi benih merupakan salah satu cara pengendalian mutu.

 

Laboraorium berperan besar dalam menyajikan hasil yang tepat, akurat baik secara ilmiah maupun hukum. Mengingat sistem manajemen mutu produk pertanian telah diterapkan di berbagai negara, maka Balai Besar PPMBTPH sebagai laboratorium acuan bagi daerah, diharapkan segera terwujud menjadi lembaga yang kompeten/terdepan dalam mendukung sistem pembenihan di Indonesia.

 

Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mendapatkan laboratorium yang    diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LP-162-IDN sejak tahun 2003.  Sedangkan Balai Besar PPMBTPH menjadi anggota APSA dengan nomor anggota 488 sejak tahun 2004 dan menjadi anggota International Seed Testing Association (ISTA) dengan nomor anggota IDML01 sejak tahun 2006