Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Percepatan Pengujian Mutu Benih: Sosialisasi Validasi Metode Uji RE di 10 Provinsi

19/06/2026 13:02:00 Miftakhul khusnah 40

Penguatan sistem pengujian mutu benih menuntut metode yang lebih efisien, akurat, dan dapat diandalkan. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah metode Radicle Emergence (RE) atau uji kemunculan akar, yang memungkinkan evaluasi vigor benih dilakukan dalam waktu lebih singkat dibandingkan metode konvensional, namun tetap memberikan informasi yang komprehensif bagi pengambilan keputusan.

 

Sebagai laboratorium rujukan nasional, Balai Besar PPMBTPH melaksanakan kegiatan sosialisasi validasi metode uji RE pada Minggu I hingga II Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium pengujian benih Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih di 10 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Seluruh laboratorium peserta berkomitmen mengembangkan penerapan metode ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan laboratorium.

 

Tahap validasi melalui uji reprodusibilitas yang melibatkan 10 laboratorium penguji BPSB dilaksanakan untuk memastikan konsistensi hasil pengujian. Hasil validasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem sertifikasi serta pengujian mutu benih dengan penerapan metode baru yang terbukti valid, efisien dari sisi waktu maupun biaya, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kepuasan bagi masyarakat.. 

 

Sebagai bagian dari persiapan uji reprodusibilitas, tim Balai Besar PPMBTPH melaksanakan sosialisasi teknis kepada analis laboratorium di seluruh provinsi peserta. Kegiatan sosialisasi ini difokuskan pada penyamaan pemahaman mengenai pelaksanaan uji daya berkecambah dan uji cepat Radicle Emergence (RE) untuk benih gandum dan kacang hijau. Selain itu, tim juga menyampaikan petunjuk teknis serta formulir kesediaan bagi laboratorium peserta untuk mengikuti validasi metode. Pelaksanaan uji reprodusibilitas kedua komoditas tersebut direncanakan berlangsung pada bulan Juli 2026.

 

Pengalaman implementasi uji RE yang selama ini telah diterapkan pada komoditas padi, jagung, dan kedelai di berbagai provinsi menunjukkan bahwa metode ini relatif mudah diadaptasi. Salah satu faktor penentu keberhasilan penerapan adalah pengaturan kondisi lingkungan, khususnya suhu, yang harus dijaga stabil untuk memastikan hasil pengamatan tetap konsisten dan dapat dipercaya. Melalui kegiatan sosialisasi, penyamaan persepsi teknis, serta kolaborasi antarlaboratorium, diharapkan terbentuk standar pengujian yang semakin akurat, konsisten, dan terpercaya.