Isu penting di dunia pada saat ini adalah ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau. Ketersediaan pangan ini diperlukan untuk mengantisipasi adanya kondisi darurat pangan. Salah satu potensi lahan yang dapat digunakan untuk menambah produksi pangan nasional khususnya padi dan jagung adalah lahan tadah hujan dengan cara meningkatkan indeks pertanaman (IP).
Dalam rangka antisipasi darurat pangan untuk mendukung ketahanan pangan dan program pompanisasi di Indonesia, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, beserta sejumlah perwakilan pemerintah dan petani, melaksanakan kunjungan di desa Kandang Kecamatan Comal kabupaten Pemalang., Selasa (23/4/2024).
Menteri Pertanian menekankan pentingnya program pompanisasi yang saat ini diterapkan oleh pemerintah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi pompa air untuk mengairi lahan secara efektif dan efisien. Selain itu, program pompanisasi juga dapat membantu para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan dan mengurangi risiko kekeringan yang dapat menurunkan produktivitas pertanian.
Melalui kunjungan ini, Menteri Pertanian RI berharap program pompanisasi dan upaya mendukung ketahanan pangan dapat terus ditingkatkan dan diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan program ini dapat membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan kualitas hidup mereka, serta menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik dan lebih stabil di Indonesia.
Dengan program pompanisasi ini, pihaknya menargetkan hasil panen tambahan 3-5 juta ton. Menurut Menteri Pertanian khusus untuk provinsi Jawa Tengah kegiatan pompanisasi ini bisa meningkatkan produksi beras sebanyak 1,2 juta ton. Jika konversi ke dalam nilai uang setara dengan 10 triliun rupiah sehingga bantuan yang kita berikan ini tidak seberapa bila dibandingkan nilai rupiah yang didapatkan.
Dalam sesi tanya jawab dengan Petani di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Petani mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di saat musim tanam dan Mentan juga mengetahui ada pedagang eceran yang menjual pupuk subsidi dengan harga lebih mahal. Mendengar hal tersebut, Mentan secara tegas memerintahkan jajarannya untuk tinggal lebih lama di Jawa Tengah untuk menuntaskan masalah distribusi pupuk tersebut.
“Nanti tim dari Kementerian Pertanian tinggal dulu, tuntaskan. Untuk pembelian pupuk cukup pakai KTP,” ujar Mentan
Sebagai tindaklanjut dari arahan Menteri Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan rakor pupuk tanggal 26 April 2024.
Untuk Kabupaten Pemalang yang merupakan tanggung jawab Kepala Balai Besar Pengembangan dan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMBTPH) memiliki luas lahan tadah hujan seluas 6.395 hektare. Sementara total bantuan pompa sebanyak 218 unit, terdiri dari 26 unit untuk Brigade Kabupaten, 16 unit untuk Brigade Kodim, dan 176 unit untuk kelompok tani di Kabupaten Pemalang. Dari total bantuan pompa ini dapat memenuhi coverage area seluas 3.375 hektar. Dalam rangka untuk mengairi lahan seluas 6,395 Ha ini, selain menggunakan pompa baru juga dapat menggunakan pompa – pompa existing yang ada di Kabupaten Pemalang. Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, potensi hamparan sekitar 321 hektare yang melewati 5 desa. Antara lain Desa Kebojongan, Kandang, Wonokromo, Susukan dan Klegan.
Dengan mengoptimalkan penggunaan pompa diharapkan produktifitas padi meningkat, sehingga menjadi solusi dalam penyelesaian kondisi darurat pangan yang diakibatkan oleh dampak El Nino.
(Admin: S Alam)