Salah satu persyaratan laboratorium pengujian benih terakreditasi ISTA (International Seed Testing Association) adalah memiliki Petugas Pengambil Contoh (PPC) benih yang kompeten. Dalam proses melaksanakan pengambilan contoh dapat muncul kecenderungan yang mengarah ke unsur subyektifitas dari masing-masing PPC.

Subyektifitas masing-masing PPC dalam melakukan rangkaian tahapan pengambilan contoh benih dapat berpengaruh dan berpotensi pada perbedaan hasil evaluasi dari contoh benih yang diambil dan diuji. Untuk mengetahui kompetensi dan mengidentifikasi keragaman performa kinerja antar PPC diperlukan evaluasi kinerja atau program monitoring PPC.

Program monitoring PPC melalui pengambilan contoh benih di Laboratorium Balai Besar PPMBTPH telah dilakukan sejak reakreditasi ISTA Tahun 2017. Pada Bulan Maret 2024, telah dilakukan monitoring terhadap 9 orang PPC ISTA (PPC yang termasuk dalam ruang lingkup akreditasi ISTA). Sebagai PPC ISTA juga memiliki spesifikasi lain yaitu sebagai Petugas Pengambil Contoh Benih yang tersertifikasi oleh Lambaga Sertifikasi Person (LSP PPMB) Balai Sertifikasi - Kementerian Perdagangan, atau PPC yang telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh ISTA. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan mengambil contoh benih dari 2 lot yang sama dan dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan monitoring ini telah dilakukan secara rutin bekerja sama dengan CV. Fiona Benih Mandiri yang berlokasi di Subang. Metode acuan pengambilan contoh yang digunakan adalah ISTA Rules Chapter 2. Tahapannya adalah setiap PPC mengambil 3 contoh benih yang terdiri dari 1 contoh kirim dan 2 contoh duplikat (untuk produsen dan PPC). Pengemasan contoh benih untuk pengujian kadar air dibuat secara terpisah dan dikemas menggunakan aluminium foil, sedangkan contoh kirim untuk pengujian lainnya menggunakan paper bag. Pengambilan contoh benih dilakukan oleh setiap PPC pada lot yang sama, kemudian contoh benih dikirim ke laboratorium dan diuji mutu benihnya untuk parameter kadar air, analisis kemurnian dan daya berkecambah. Hasil uji mutu benih dari setiap parameter selanjutnya dianalisis dan dievaluasi oleh Manajer Teknis (MT). Evaluasi dilakukan terhadap  seluruh PPC oleh Manajer Teknis (MT)  berdasarkan form evaluasi PPC. Hal-hal yang menjadi kriteria penilaian kinerja PPC oleh MT antara lain: perencanaan, metode pengambilan contoh komposit dan contoh kirim, cara pengemasan dan pelabelan contoh kirim. Standar nilai kelayakan hasil evaluasi untuk setiap PPC adalah diperoleh score minimal 75. Setelah pelaksanaan evaluasi terhadap PPC, selanjutnya MT mereview kembali setiap PPC beberapa tahapan pengambilan contoh benih yang harus diperhatikan agar pengambilan contoh benih dilakukan sesuai prosedur dan dapat dipastikan contoh benih yang diambil berasal dari lot yang homogen dan mewakili lot benih.